Evaluasi Program Rintisan Masyarakat Peduli Lingkungan & Penyerahan Buku Kepariwisataan Mandiri dan Berkelanjutan di Pekon Waringinsari Timur

29 Juli 2026
admin
Dibaca 33 Kali
Evaluasi Program Rintisan Masyarakat Peduli Lingkungan & Penyerahan Buku Kepariwisataan Mandiri dan Berkelanjutan di Pekon Waringinsari Timur

WARINGINSARI TIMUR 29 Juli 2026 — Pembangunan kawasan pedesaan yang inklusif dan berbasis ekologi membutuhkan ruang diskursus serta refleksi yang kritis. Berangkat dari kesadaran tersebut, Pekon Waringinsari Timur menyelenggarakan agenda Evaluasi Program Rintisan Masyarakat Peduli Lingkungan yang dirangkai secara integratif dengan Penyerahan Buku Karangan Kepariwisataan Mandiri dan Berkelanjutan.

Kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan seremonial atas sebuah program kerja, melainkan sebuah ruang reflektif untuk membedah impact, mengukur sejauh mana intervensi sosial telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi hambatan struktural maupun kultur masyarakat di tingkat akar rumput (grassroots). Integrasi dua agenda ini menjadi sangat pivotal mengingat isu kelestarian lingkungan dan pembangunan pariwisata merupakan dua dimensi yang tidak dapat dipisahkan dalam bingkai sustainable development goals (SDGs) Desa. Agenda ini mencakup dua core activities. Pertama, pelaksanaan assessment dan evaluasi kritis terhadap capaian, efektivitas, serta partisipasi publik dalam Program Rintisan Masyarakat Peduli Lingkungan. Kedua, penyerahan karya literasi berupa buku berjudul "Kepariwisataan Mandiri dan Berkelanjutan" sebagai manifestasi transfer pengetahuan (knowledge transfer) dari akademisi/penulis kepada masyarakat lokal.

Kegiatan ini mengusung pendekatan kolaboratif berbasis pentahelix. Elemen yang hadir meliputi Kepala Dinas Koperindag, Kelapa dinas Lingkungan hidup, Kepala dinas pemuda olahraga dan pariwisata, camat adiluwih, aparatur Pemerintah Pekon Waringinsari Timur, Mantan Kadisporapar dan kast pol PP mantan staf ahli bupati Pringsewu Rektor IBN, Mahasiswa/i IPB, mahasiswa/i Atma Jaya, mahasiswa/i IBN, tim pengabdi dari unsur akademisi/penulis, kader-kader lingkungan lokal, perwakilan organisasi kepemudaan (Karang Taruna), serta tokoh masyarakat yang menjadi key informers sekaligus agen perubahan di desa. Berpusat di Balai Desa/Pekon Waringinsari Timur, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung sebuah kawasan pedesaan yang sedang aktif menata potensi lokal dan lanskap lingkungannya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara sistematis sebagai bagian dari milestones program pendampingan desa berkelanjutan dan monitoring berkala efektivitas kelembagaan warga. Secara teoritis, banyak program berbasis lingkungan di tingkat desa mengalami kemandekan akibat ketiadaan evaluasi berkala dan minimnya literasi pendukung. Evaluasi ini krusial untuk mencegah terjadinya program fatigue pada warga, sementara penyerahan buku bertujuan menyediakan dasar konseptual agar pengelolaan potensi desa tidak hanya berpatokan pada trial and error, melainkan berbasis pada prinsip pariwisata yang mandiri, adaptif, dan berwawasan lingkungan.Acara dikemas melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) berbasis dialog interaktif. Proses diawali dengan pemaparan data lapangan terkait progres pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan, dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) untuk menjaring dinamika dan kendala lokal. Setelahnya, dilakukan penyerahan buku secara seremonial kepada kepala desa/pekon, yang kemudian ditutup dengan penyusunan peta jalan (roadmap) tindakan taktis ke depan dan penilaian lomba peduli lingkungan di sekitar wilayah Pekon Waringinsari Timur.